22 tahun umurku...
22 tahun memang bukan waktu yang singkat untuk kita dapat menuliskan makna diri kita diatas kertas-kertas nasib.
22 tahun juga bukan sejengkal waktu untuk kita bisa menceritakan siapa kita, apa kita,dan tujuan hidup kita.
22 tahun juga bukan waktu sekilas untuk kita belajar memaknai kehidupan dan mengabadikan kenangan dalam album-album masa yang telah lalu.
Lembaran demi lembaran kisah lama silih berganti merapat di pelabuhan hidup.
Silih berganti menurukan berbagai muatan kesan dan pesan untuk kita renungkan di masa yang akan datang,menjadi obat duka kita dimasa senja.
Satu dari sobekan kecil lembaran itu kini melekat di dalam benakku.
Sebuah kisah kecil namun sangat bermakna dan telah kuletakkan sebagai api semangat didalam diriku.
sebuah warna baru di dalam hidupku.
Dari tangan seorang sahabat...kucoba meraih segala impianku,perlahan mulai kuangkat wajahku menengadah menatap masa esok.
Kukuatkan mataku untuk terus menatapnya lekat-lekat walau perih terasa dikedua bola mataku.
Kuhirup udara harapan dalam-dalam dan kuhembuskan rasa pesimisku menjadi butir-butir embun yang membasahi tubuhku.
Pelan-pelan kucoba berdiri sekuat mungkin, walaupun kadang kaki ini tak mau menurut,membuatku berulang kali jatuh. Namun kau,dia..mereka ulurkan tangannya,
kau,dia..mereka raih lenganku dan mengangkatnya dengan sekali hentakan kuat yang membuatku berdiri tegak lepas dari keterpurukanku.
dengan langkah terseok-seok kukuatkan niatku untuk melewatinya..
Semakin lama semakin banyak pengalaman hidup yang telah kulihat di sekitar jalan geraga lini menyapaku.
Dan Tanpa kau,dia.mereka.. mungkin akan kulewatkan pemandangan hidup itu lewat didepan mataku.
Dan Tanpa kau,dia.mereka.. mungkin aku hanya menjadi penonton permainan matador,tanpa
pernah berpikir untuk menjadi pejuang di arena permainan nasib.
buat kau,dia.mereka...
TERIMAKASIH SUDAH MENGENALKU,,DAN KU MENGENALMU...
KALIAN SEMUA MEMBUAT KEHIDUPAN INI BERARTI BAGIKU...
22 tahun memang bukan waktu yang singkat untuk kita dapat menuliskan makna diri kita diatas kertas-kertas nasib.
22 tahun juga bukan sejengkal waktu untuk kita bisa menceritakan siapa kita, apa kita,dan tujuan hidup kita.
22 tahun juga bukan waktu sekilas untuk kita belajar memaknai kehidupan dan mengabadikan kenangan dalam album-album masa yang telah lalu.
Lembaran demi lembaran kisah lama silih berganti merapat di pelabuhan hidup.
Silih berganti menurukan berbagai muatan kesan dan pesan untuk kita renungkan di masa yang akan datang,menjadi obat duka kita dimasa senja.
Satu dari sobekan kecil lembaran itu kini melekat di dalam benakku.
Sebuah kisah kecil namun sangat bermakna dan telah kuletakkan sebagai api semangat didalam diriku.
sebuah warna baru di dalam hidupku.
Dari tangan seorang sahabat...kucoba meraih segala impianku,perlahan mulai kuangkat wajahku menengadah menatap masa esok.
Kukuatkan mataku untuk terus menatapnya lekat-lekat walau perih terasa dikedua bola mataku.
Kuhirup udara harapan dalam-dalam dan kuhembuskan rasa pesimisku menjadi butir-butir embun yang membasahi tubuhku.
Pelan-pelan kucoba berdiri sekuat mungkin, walaupun kadang kaki ini tak mau menurut,membuatku berulang kali jatuh. Namun kau,dia..mereka ulurkan tangannya,
kau,dia..mereka raih lenganku dan mengangkatnya dengan sekali hentakan kuat yang membuatku berdiri tegak lepas dari keterpurukanku.
dengan langkah terseok-seok kukuatkan niatku untuk melewatinya..
Semakin lama semakin banyak pengalaman hidup yang telah kulihat di sekitar jalan geraga lini menyapaku.
Dan Tanpa kau,dia.mereka.. mungkin akan kulewatkan pemandangan hidup itu lewat didepan mataku.
Dan Tanpa kau,dia.mereka.. mungkin aku hanya menjadi penonton permainan matador,tanpa
pernah berpikir untuk menjadi pejuang di arena permainan nasib.
buat kau,dia.mereka...
TERIMAKASIH SUDAH MENGENALKU,,DAN KU MENGENALMU...
KALIAN SEMUA MEMBUAT KEHIDUPAN INI BERARTI BAGIKU...








