sesungguhnya suara itu tak bisa diredam mulut bisa dibungkam namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku., suara-suara itu tak bisa dipenjarakan di sana bersemayam kemerdekaan apabila engkau memaksa diam aku siapkan untukmu: pemberontakan..........! panggil aku = zawil azka =

Kamis, 30 September 2010

SAJAK SUARA

esungguhnya suara itu tak bisa diredam
mulut bisa dibungkam
namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang
dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku

suara-suara itu tak bisa dipenjarakan
di sana bersemayam kemerdekaan
apabila engkau memaksa diam
aku siapkan untukmu: pemberontakan!

sesungguhnya suara itu bukan perampok
yang ingin merayah hartamu
ia ingin bicara
mengapa kau kokang senjata
dan gemetar ketika suara-suara itu
menuntut keadilan?
sesungguhnya suara itu akan menjadi kata
ialah yang mengajari aku bertanya
dan pada akhirnya tidak bisa tidak
engkau harus menjawabnya
apabila engkau tetap bertahan
aku akan memburumu seperti kutukan

Aku Masih Utuh dan Kata-kataku Belum Binasa

aku bukan artis pembuat berita
tapi aku memang selalu kabar buruk buat
penguasa

puisiku bukan puisi
tapi kata-kata gelap
yang berkeringat dan berdesakan
mencari jalan
ia tak mati-mati
meski bola mataku diganti
ia tak mati-mati
meski bercerai dengan rumah
ditusuk-tusuk sepi
ia tak mati-mati
telah kubayar yang dia minta
umur-tenaga-luka

kata-kata itu selalu menagih
padaku ia selalu berkata
kau masih hidup

aku memang masih utuh
dan kata-kata belum binasa

(Wiji Thukul.18 juni 1997)

Sabtu, 11 September 2010

jangan pernah lari dari masalah

Hidup, adalah rangkaian cerita yang tak ada habisnya
Jalanan hidup ini memang tidak selalu mudah,
pasti selalu ada rintangan untuk dihadapi..

seberat apapun masalahmu
sekelam apapun beban hidupmu
jangan pernah berlari darinya
ataupun bersembunyi

seberapa jauhpun kau berlari
dan sedalam apapun kau bersembunyi
dia pasti akan menemuimu
dalam sebuah episode kehidupanmu

alangkah indahnya bila kau temui ia dengan dada yang lapang
persilahkan ia masuk dalam bersihnya rumah hati
dan mengkilapnya lantai nuranimu
hadapi ia dengan senyum seterang mentari pagi
ajak ia untuk menikmati hangatnya teh kesabaran
ditambah sedikit penganan keteguhan

dengan begitu
sepulangnya ia dari rumahmu
akan kau dapati
dirimu menjadi sosok yang tegar
dalam semua keadaan

lebih berani
untuk melewati lagi deraan kehidupan
dan semakin bisa bertahan
kala badai cobaan itu menghantam..

Kamis, 09 September 2010

teringat keluargaku

di hari yang bahagia ini..
dimana semua umat muslim didunia sedang memeriahkan hari lebaran bersama keluarganya...

beda dengan diriku yang jauh dari mereka..

berawal dari kesedihan..

tak tertahan kan olehku air mata ini mengalir dengan sendirinya mengingat saat ku brada di tengah-tengah kemeriaahan hari lebaran bersama mereka..
sudah berulang kali aku mengalami kesedihan yang serupa..

mohon maaf kepada pembaca jika kata-kata "sedih' ini
sebagai orang muslim.. memang tak sepantasnya terucap kata seperti itu.
tapi apalah dayaku..aku cuma sebatas manusia biasa.yang masih memiliki perasaan yang kadang tidak bisa tertahan tuk mengucapkannya..

buat keluargaku disana..
maafkan segala kesalahanku........
special untukmu ibu..........
betapa ku merindukan pelukanmu.
betapa ku merindukan berjabat tangan dengan mu
betapa ku merindukan mencium kakimu

Meskipun dirimu manusia biasa
bagiku engkaulah malaikatku
yang tak pernah lelah
membimbingku

ibu, maafkanlah aku
yang dulu sering tidak memahamimu
yang kadang meremehkanmu

ibu engkaulah malaikat itu bagiku
tak pernah terlambat memberi kedamaian
semoga kau bahagia selalu
semoga aku dapat membahagiakanmu

terimalah maafku
dari anakmu

aku disini merindukanmu
walaupun aku tau memang tidak mungkin bagiku tuk berjumpa denganmu karena aku jauh..
tapi dirimu selalu ada di hatiku ibu..

tak kutemukan sebongkahpun kata"lantas kutundukkan kepala"kupejamkan mata kucoba rasakan hati dan kudekap diri-mu sedemikian erat dalam heningnya imajinasi mungkin dengan begini ku akan mulai memahami
merayakan jiwa yang teramat suci..
minai aidil walfaidin..mohon maaf lahir dan bathin...

Rabu, 08 September 2010

3 pilot bodoh

Alkisah pada perang dunia kedua:
tiga pesawat Belanda jatuh di Kalimantan. Ke-3 pilot itupun akhirnya disandera oleh warga setempat yang ternyata adalah orang kanibal.

Mengetahui hal tersebut, ke3 pilot yg takut tersebut memohon agar tidak dibunuh. Maka kepala suku setempat berkata,‘Kalo kamu semua masih mau hidup, kalian harus pergi ke hutan dan bawa kembali 10 buah yg jenisnya sama. Tapi kalian hanya mendapatkan waktu 3 jam!’

Dengan sangat cepat ketiga pilot itupun akhirnya lari ke hutan untuk mencari buah-buahan.

Setelah 2 jam pilot ke 1 pun akhirnya datang membawa 10 buah apel. Kepala Suku : Baik kamu telah membawa 10 buah apel. Sekarang masukkan semua apel itu melalui lobang pantat kamu satu persatu. Kalau kamu merintih, atau membuat suara, kamu akan saya potong2 jadi sate! Dengan perlahan-lahan sang pilot mencoba memasukkan apel pertama tanpa merintih.Dengan penuh perjuangan dan ketahanan akhirnya apel ke 1 bisa dia masukkan. Namun di apel yg ke 2 ia tidak bisa menahan sakit, dan seraya merintih. Dengan kejam sang kepala suku memenggal kepala si pilot. Maka naiklah ia ke surga.

Pilot kedua datang membawa 10 buah lengkeng. Dan kepala suku memberikan instruksi yg sama kepada sang pilot. Dalam hati,‘Yah kalo lengkeng sih gampang!’ Dan memang betul. Satu lengkeng masuk, dua lengkeng, tiga lengkeng, tapi pada saat ia memasukkan lengkeng yg ke 10 sang kepala suku tiba2 memotong kepalanya.

Saat pilot ke-2 naik ke surga ia bertemu dengan pilot-1.
Pilot2 : Wah kamu mati juga ya ? Pilot1 : Iya aku bawa apel sih. Kan sakit ! Sialan itu kepala suku, syaratnya berat banget! Trus kamu bawa buah apa?
Pilot2 : Lengkeng.
Pilot1 : Lengkeng? Itu kan gampang, kecil, ga sakit lagi! Pilot2 : Emang betul. Semua lengkeng hampir aku masukkan semua ke dalam lobang pantat. Tapi ya itu, tiba2 aku tertawa dan semua lengkeng yg aku sudah masukkan keluar semua…..
Pilot1 : Bego kamu! Koq ketawa ?
Pilot2 : habis pas mau masukin lengkeng ke 10 aku liat Pilot-3 bawa DUREN...
wkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwkwk

bertahan demi masa depan

bertukarnya waktu dengan kehidupan....
hari berlalu sejalan jarum jam....
kulihat pagi sudah semakin terang....
banyak kehidupan yang telah hilang....

aku tak mampu hentikan bayangan....
kekuatan pikiran yang mulai pudar....
sehingga semuanya mudah terlupakan...
dari semua yang pernah kurasakan

aku mampu bertahan....
atas segala cobaan....
yang pernah kurasakan dari kehidupan....

kehidupan janganlah jadi beban....
mari bangkit dan teruslah berjuang....
untuk meraih masa depan....
biar waktu yang menentukan....

imajinasi mampus

Dalam sebuah sinar imajinasiku
Ku menari dalam mimpi-mimpiku
Aku telanjang sampai tenggelam
Tak terasa nyawaku melayang
Terhempaskan nafas ku tanpa hambatan
dan Di temani pencabut ajal kematian

Ku tertawa lebih gelap
Ku bernyanyi lebih biru
Dan aku akan selalu menjadi seperti itu
Tak peduli mata hitam menggonggong ku
Ku ambil malam
Ku rebut bintang
HITAM…..

Nafas yang kosong,
tak terisi.....Tak terisikan auramu
Terus berlari sampai mampus
Terjebak dalam rumus-rumus

pandangan akan alam berbeda
sampai mati ku tetap berbeda
berputar tanpa roda
terlihat seperti hal yang merasuki jiwa
padahal hanya imajinasi belaka...

SURGA VS NERAKA "cermin diri"

Tatkala kutatap wajah,hatiku bertanya, Apakah wajah ini yang kelak akan bercahaya dan bersinar indah di surga sana?
Ataukah wajah ini yang akan hangus legam di neraka jahanam

Tatkala kutatap mata,nanar hatiku bertanya Mata inikah yang akan menatap penuh kelezatan dan kerinduan...Menatap allah, menatap Rasulullah, menatap kekasih-kekasih Allah kelak?
Ataukah mata ini yang terbeliak, melotot, menganga, terburai menatap neraka jahanam...Akankah mata penuh maksiat ini akan menyelamatkan?
Wahai mata, apa gerangan yang kau tatap selama ini?

Tatkala kutatap mulut,apakah mulut ini yang kelak akan mendesah penuh kerinduan...mengucap laa ilaaha ilallah saat malaikat maut datang menjemput?Ataukah menjadi mulut menganga dengan lidah menjulur,dengan lengking jeritan pilu yang akan mencopot sendi-sendi setiap pendengar.Ataukah mulut ini menjadi pemakan buah zaqum jahanam...yang getir penghangus, penghancur setiap usus.Apakah gerangan yang engkau ucapkan wahai mulut yang malang?Berapa banyak dusta yang engkau ucapkan?
Berapa banyak hati hati yang remuk dengan pisau kata-katamu yang mengiris tajam?
Berapa banyak kata-kata manis semanis madu yang palsu yang engkau ucapkan untuk menipu?
Betapa jarang engkau jujur.
Betapa langkanya engkau syahdu memohon agar Tuhan mengampunimu.

Tatkala kutatap tubuhku.Apakah tubuh ini kelak yang akan penuh cahaya...Bersinar, bersukacita, bercengkrama di surga?
Atau tubuh yang akan tercabuk-cabik hancur.
mendidih didalam lahar membara jahanam terpasung tanpa ampun, derita yang tak pernah berakhirWahai tubuh, berapa banyak maksiat yang engkau lakukan?
Berapa banyak orang-orang yang engkau zalimi dengan tubuhmu?
Berapa banyak hamba-hamba allah yang lemah yang engkau tindas dengan kekuatanmu?
Berapa banyak perindu pertolongan yang engkau acuhkan tanpa peduli padahal engkau mampu?
Berapa banyak hak-hak yang engkau rampas?
Ketika kutatap hai tubuh,Seperti apa gerangan isi hatimuApakah isi hatimu sebagus kata-katamuAtau sekotor daki-daki yang melekat di tubuhmu,Apakah hatimu segagah ototmu,Atau selemah daun-daun yang mudah rontok,Apakah hatimu seindah penampilanmu,Ataukah sebusuk kotoran-kotoranmu,
Betapa beda...betapa beda...apa yang tampak di cermin dengan apa yang tersembunyi...
Betapa beda apa yang tampak di cermin dan apa yang tersembunyi
Aku telah tertipu,

aku tertipu oleh topeng,batapa yang kulihat selama ini adalah tubuh yang kerdil,mata yang buta,mulut yang busuk,dan hati yang membatu
Betapa yang kulihat selama ini hanyalah topeng, hanyalah topeng belaka,Betapa pujian yang terhambur hanyalah memuji topeng,Betapa yang indah ternyata hanyalah topeng...,

Sedangkan aku...aku hanyalah seperti seonggok sampah busuk yang terbungkus kain emas,

Aku tertipu, aku malu ya Allah,Ya Allah...tuntunlah dan selamatkanlah aku...

Amin ...amin ya Rabbal'alamin

kutunggu kau ditengah rimba

Pengembaraan yang tak terputus oleh waktu
jejak kaki yang menempel pada jarum jam
jarum yang tak menusuk namun tajam...


Pengembaraan hanyalah penggalan nyanyian sunyi
sayup bisikannya terbungkus kafan dedaunan
lepaskan semua igauan-igauan yang tersangkut di pepohonan

Barangkali daunpun hanya meratap... tanpa menatap
sebelum dipeluk dinginnya angin...detik-detik jam membatasi usia...
meninggalkan getar bisik sang matahari

Pengembaraan kian mengabur di tengah hutanyang dilepas oleh doa-doa perjumpaan...syair-syair yang diucapkan oleh gulita malam senantiasa menyajikan mimpi yang maha panjang

Dan.. kebersamaan yang hanya sepenggalbukan berarti akhir persimpangan...karena petualangan masih lagi panjang
meski usia kian usang termakan waktu...

Selama hutan masih bisa dijelajahi...
selama jejak kaki masih terukir di pegunungan
selama itu pula pengembaraan kita tetap ada... sahabat... kutunggu kau di tengah rimba...!