sesungguhnya suara itu tak bisa diredam mulut bisa dibungkam namun siapa mampu menghentikan nyanyian bimbang dan pertanyaan-pertanyaan dari lidah jiwaku., suara-suara itu tak bisa dipenjarakan di sana bersemayam kemerdekaan apabila engkau memaksa diam aku siapkan untukmu: pemberontakan..........! panggil aku = zawil azka =

Minggu, 21 November 2010

KENAPA BARU SEKARANG AKU KENAL MEREKA

22 tahun umurku...
22 tahun memang bukan waktu yang singkat untuk kita dapat menuliskan makna diri  kita diatas kertas-kertas nasib.
22 tahun juga bukan sejengkal waktu untuk kita bisa menceritakan siapa kita, apa  kita,dan tujuan hidup kita.
22 tahun juga bukan waktu sekilas untuk kita belajar memaknai kehidupan dan mengabadikan kenangan dalam album-album masa yang telah lalu.
Lembaran demi lembaran kisah lama silih berganti merapat di pelabuhan hidup.
Silih berganti menurukan berbagai muatan kesan dan pesan untuk kita renungkan di masa yang akan datang,menjadi obat duka kita dimasa senja.
Satu dari sobekan kecil lembaran itu kini melekat di dalam benakku.
Sebuah kisah kecil namun sangat bermakna dan telah kuletakkan sebagai api semangat didalam diriku.
sebuah warna baru di dalam hidupku.
Dari tangan seorang sahabat...kucoba meraih segala impianku,perlahan mulai kuangkat wajahku menengadah menatap masa esok.
Kukuatkan mataku untuk terus menatapnya lekat-lekat walau perih terasa dikedua bola mataku.
Kuhirup udara harapan dalam-dalam dan kuhembuskan rasa pesimisku menjadi butir-butir embun yang membasahi tubuhku.
Pelan-pelan kucoba berdiri sekuat mungkin, walaupun kadang kaki ini tak mau menurut,membuatku berulang kali jatuh. Namun kau,dia..mereka ulurkan tangannya,
kau,dia..mereka raih lenganku dan mengangkatnya dengan sekali hentakan kuat yang membuatku berdiri tegak lepas dari keterpurukanku.
dengan langkah terseok-seok kukuatkan niatku untuk melewatinya..
Semakin lama semakin banyak pengalaman hidup yang telah kulihat di sekitar jalan geraga lini menyapaku.
Dan Tanpa kau,dia.mereka.. mungkin akan kulewatkan pemandangan hidup itu lewat didepan mataku.
Dan Tanpa kau,dia.mereka.. mungkin aku hanya menjadi penonton permainan matador,tanpa
pernah berpikir untuk menjadi pejuang di arena permainan nasib.

buat kau,dia.mereka...

TERIMAKASIH SUDAH MENGENALKU,,DAN KU MENGENALMU...
KALIAN SEMUA MEMBUAT KEHIDUPAN INI BERARTI BAGIKU...

Minggu, 14 November 2010

CAHAYA BULAN

perlahan sangat pelan hingga terang kan menjelang
cahaya kota kelam mesra menyambut sang petang
di sini ku berdiskusi dengan alam yg lirih
kenapa matahari terbit menghangatkan bumi
   aku orang malam yg membicarakan terang
   aku orang tenang yg menentang kemenangan oleh pedang

perlahan sangat pelan hingga terang kan menjelang
cahaya nyali besar mencuat runtuhkan bahaya
di sini ku berdiskusi dengan alam yg lirih
kenapa indah pelangi tak berujung sampai di bumi

cahaya bulan menusukku dengan ribuan pertanyaan
yg takkan pernah aku tau dimana jawaban itu
bagai letusan berapi bangunkan dari mimpi
sudah waktunya berdiri mencari jawaban kegelisahan hati
terangi dengan cinta di gelapku

ketakutan melumpukanku
terangi dengan cinta di sesatku
dimana jawaban itu

Erros SO7

Minggu, 07 November 2010

"Aku akan menemukan jalan, atau aku akan membuat jalan"

perjalanan yang mengerikan....

gelap.............

mencari cahaya tuk bisa memandang....
mataku tak bisa melihat..

aku tersesat..
tersesat di dalam kegelapan...

penguasa kegelapan sedang menungguku disana
apa yang dia harapkan dariku...

woy.......

apa yang kau tunggu...??
kau ingin mengajakku bersamamu..??

tujuanku mencari cahaya..
bukan berdiam dalam gelap bersamamu..

dia menahanku...
waktu terasing
tempatku menjadi asing
dan aku terdampar dalam elasi panjang menggetarkan..

"Aku akan menemukan jalan, atau aku akan membuat jalan"

tempatku bukan disini..
aku berlari...
emosiku terlalu tinggi untuk pergi dari sini.
berlari tanpa henti..
sampai ku menemukan cahaya yang menyinari..
akan ku hantam siapa yang jadi penghalang..
akan ku pecahkan otak - otak yang menyimpan demdam..
selamat tinggal kegelapan....

SAJAK-SAJAK SAPARDI DJOKO DAMONO

AKU INGIN

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan kata yang tak sempat diucapkan
kayu kepada api yang menjadikannya abu

Aku ingin mencintaimu dengan sederhana
dengan isyarat yang tak sempat disampaikan
awan kepada hujan yang menjadikannya tiada

–oOo–

BERJALAN KE BARAT WAKTU PAGI HARI

waktu berjalan ke barat di waktu pagi hari matahari mengikutiku di belakang
aku berjalan mengikuti bayang-bayangku sendiri yang memanjang di depan
aku dan matahari tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang telah menciptakan bayang-bayang
aku dan bayang-bayang tidak bertengkar tentang siapa di antara kami yang harus berjalan di depan

–oOo–

KAMI BERTIGA

dalam kamar ini kami bertiga:
aku, pisau dan kata –
kalian tahu, pisau barulah pisau kalau ada darah di matanya
tak peduli darahku atau darah kata

–oOo–

MATA PISAU

mata pisau itu tak berkejap menatapmu
kau yang baru saja mengasahnya
berfikir: ia tajam untuk mengiris apel
yang tersedia di atas meja
sehabis makan malam;
ia berkilat ketika terbayang olehnya urat lehermu

–oOo–

TENTANG MATAHARI

Matahari yang di atas kepalamu itu
adalah balonan gas yang terlepas dari tanganmu
waktu kau kecil, adalah bola lampu
yang di atas meja ketika kau menjawab surat-surat
yang teratur kau terima dari sebuah Alamat,
adalah jam weker yang berdering
sedang kau bersetubuh, adalah gambar bulan
yang dituding anak kecil itu sambil berkata:
“Ini matahari! Ini matahari!”
Matahari itu? Ia memang di atas sana
supaya selamanya kau menghela
bayang-bayanganmu itu.